JawaPos.com–Prospek pekerjaan security analyst diprediksi akan menjadi tren sekaligus kebutuhan dunia profesi keuangan dan investasi pada 2022. Program Finance and Investment (Finest) Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya bermitra dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Pasar Modal Indonesia selenggarakan kelas sertifikasi Certified Security Analyst (CSA).
Program Finest UK Petra menyelenggarakan kelas sertifikasi profesi di bidang pasar modal, dengan tujuan menyiapkan mahasiswa khususnya yang memiliki passion berkarir di dunia pasar modal Indonesia sebagai analis saham. Kemitraan Program Finest UK Petra dengan LSP-PMI (Lembaga Sertifikasi Profesi-Pasar Modal Indonesia) sudah terjalin sejak 2017.
”Mahasiswa yang mengikuti kelas pendidikan ini, dapat mengikuti ujian profesi. Bagi yang lulus ujian profesi akan mendapatkan gelar CSA. Gelar ini sudah mendapat pengakuan nasional atau National Recognition,” ujar Mariana Ing, ketua Program Finest UK Petra.
Ketua LSP Pasar Modal Indonesia Haryajid Ramelan mengatakan, profesi itu menjadi tren terbaru. Mengingat pada situasi seperti sekarang ini, beberapa pekerjaan sudah dibiasakan menggunakan akses online.
”Sehingga para investor dapat dengan mudah investasi hanya melalui internet. Makanya hasil analisis para analis saham makin dibutuhkan,” kata Haryajid Ramelan pada Selasa (11/1).
Berdasar data LSP Pasar Modal Indonesia, jumlah investor lebih dari 6 juta orang di Indonesia. Sehingga peran analis dibutuhkan.
”Ketika belajar security analyst, sebenarnya banyak aspek kritis dari mahasiswa dalam menyikapi keilmuan yang ada. Di antaranya melalui ilmu analisis keuangan, ilmu manajemen strategi, ilmu analisis teknikal, ilmu modeling keuangan, bahkan termasuk mampu mempelajari perilaku investor,” urai Haryajid Ramelan.
Haryajid mengapresiasi Program Finance and Investment Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya yang dinilai sangat peduli dengan pembelajaran keuangan dan investasi.
”Mengingat jumlah pemodal di industri Pasar Modal Indonesia sudah mencapai 6 juta orang, saya rasa ini relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta di Indonesia. Pertumbuhan investor tentu harus diimbangi dengan jumlah para praktisinya di dunia keuangan. Di mana salah satu yang menjadi peminatan adalah dibidang security analyst,” papar Haryajid Ramelan.
Sementara itu, Sautma Ronni, kepala Lab Pasar Modal, Program Finance and Investment UK Petra mengatakan, peningkatan tren investasi di aset finansial beberapa tahun terakhir akan berlanjut pada 2022 membutuhkan literasi keuangan.
”Terlebih di bidang investasi aset finansial yang memadai bagi para calon investor dan investor pemula, agar bisa memitigasi risiko dan melihat peluang mendapatkan return (imbal hasil ) yang diharapkan,” ujar Sautma Ronni.
Menurut dia, kemampuan atau kecakapan analisis sekuritas dimulai dari sejak mahasiswa akan memberikan bekal yang memadai. Sehingga ketika lulus lebih siap menghadapi profilerasi dunia keuangan yang begitu cepat karena perkembangan teknologi informasi.
”Program CSA merupakan program yang menyiapkan mahasiswa sebagai analis di bidang investasi dan keuangan, penting karena analisis merupakan faktor kunci untuk menghasilkan keputusan investasi dalam industri jasa keuangan,” jelas Sautma Ronni.
Dia menambahkan, program itu menjawab kebutuhan dengan menghadirkan program pelatihan analis efek yang telah tersertifikasi BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi di Indonesia.
”Manfaat yang diterima mahasiswa salah satunya karena paduan tutor berasal dari akademisi dan praktisi yang berkontribusi akan memperkaya wawasan mahasiswa serta adanya project valuasi saham serta company visit yang dilakukan akan mempersiapkan mereka ke kondisi real di dunia kerja,” ucap Sautma Ronni.
https://www.jawapos.com/surabaya/12/01/2022/csa-bekali-mahasiswa-finest-program-uk-petra-jadi-analis-saham/




